Categories
Uncategorized

Kumpulan Peribahasa Dengan Abjad Huruf D

  • Dahulu bajak daripada jawi. = Orang muda yang belum mempunyai pengalaman dijadikan pemimpin orang tua yang berpengalaman.
  • Dahulu timah sekarang besi. = Sesorang yang harkat martabatnya dan kedudukannya turun.
  • Dalam laut bisa diduga, dalam hati siapa tahu. = Isi hati seseorang tidak dapat ditebak.
  • Dangkal telah keseberangan, dalam telah keajukan. = Telah diketahui benar isi hati atau perangainya.
  • Dari jung turun ke sampan. = Turun pangkat, turun derajat, jatuh merek.
  • Dari telaga yang jernih, tak akan mengalir air yang keruh. = Orang baik-baik biasanya akan mempunyai keturunan anak yang baik pula.
  • Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah. = Daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati saja.
  • Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri. = Bagaimanapun senangnya hidup di negeri orang, masih lebih baik senang hidup di negeri sendiri.
  • Datang tampak muka, pulang tampak punggung. = Harus mengikuti tata krama.
  • Datang tidak berjemput, pulang tidak berantar. = Tidak diperdulikan;diabaikan saja.
  • Daunnya jatuh melayang, buahnya jatuh ke pangkal. = Kalau bukan rezeki maka akan habis begitu saja, tetapi kalau memang rezeki maka akan tinggal terpelihara.
  • Dekat mencari induk, jauh mencari suku. = Ketika tempat merantau masih dekat maka yang menjadi saudara adalah orang yang seinduk dengan kita, namun apabila tempat merantau sudah jauh maka orang sesukupun sudah cukup menjadi saudara.
  • Deras datang, deras kena. = Siapa tak sabar (mau cepat-cepat saja) dalam berjual beli atau bertukan barang maka dialah yang akan mendapat kerugian.
  • Diam di bandar tak meniru, diam di laut asin tidak. = Tetap saja bodoh, orang yang tidak memanfaatkan kesempatan untuk belajar walaupun tinggal di kota.
  • Diam-diam penggali berkarat, diam-diam ubi berisi. = Diamnya orang bodoh tidak ada gunanya, diamnya orang yang pandai karena berpikir.
  • Dianjak layu, dibubut mati. = Sesuatu yang sudah tetap, jangan diubah lagi.
  • Diberi kuku hendak mencengkam. = Diberi sedikit kekuasaan langsung berbuat sewenang-wenang.
  • Diberi sehasta hendak sedepa. = Sudah diberi sediki minta lebih banyak lagi; sangat rakus dan tamak; tidak pernah puas dengan apa yang sudah diperoleh.
  • Dibuat karena alah, menjadi murka karena alah. = Dikerjakan dengan baik, tetapi tetap disangka orang jelek juga.
  • Diganjur surut bagai bertanam. = selalu mundur ke belakang.
  • Digantung tak bertali. = Perempuan yang tidak diberi nafkah, tetapi tidak juga di talak.
  • Digenggam takut mati, dilepaskan takut terbang. = Orang yang mempunyai kekasih masih muda sekali, mau dikawini masih di bawah umur, mau dilepaskan takut diambil orang.
  • Digila beruk berayun. = Dipermain-mainkan saja oleh perempuan cantik.
  • Diindang ditampi beras, dipilih antah satu-satu. = Betul-betul dipilih untuk mendapatkan yang terbaik, diuji benar, dipilih satu-satu. Diindang tak berantah. = Tidak ada yang terpilih, semuanyan tidak laku karena tidak ada yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *